Senin, 16 Juni 2014

Hermawan Kertajaya Makin Religius,WOW!

Tak seperti 16 tahun yang lalu kali ini Hermawan Kertajaya tampak lebih religious, lebih wise.
Hermawan menjelaskan tentang era marketing 3.0. Dimana setiap perusahaan harus mampu menyuguhkan produk dan pelayanan yang terpercaya.

Ia memperkuat argumentasinya dengan ajaran Islam yang dianggapnya sangat matching dengan tantangan dunia saat ini. Sebuah perusahaan menurutnya harus memiliki sifat terpuji sebagaimana yang dimiliki Nabi Muhammad,yaitu shidiq, amamah, tabligh, fathanah. Seorang penganut katolik yang islami, WOW!

Hermawan Kertajaya, WOW!

Terakhir menyerap ilmu dari pak hermawan sekitar 16 tahun yang lalu. Saat sy masih kuliah dijogja. Ilmunya tentang brand, process and positioning masih melekat sampai sekarang.
Ilmu pak hermawan yang serap selama lebih kurang 3 jam di 16 tahun yang lalu itu juga yang menjadi modal saya untuk untuk menopang profesi saya sebagai pengajar ilmu marketing, konsultan komunikasi politik dan pariwisata, hingga menjadi seorang graphic desïgner.
Nah pagi tadi malam, sahabat saya, subhan noviar, yang berkarir di perusahaan distributor semen gresik memberi saya undangan untuk menghadiri ceramah pak hermawan dalam acara indonesia marketeers festival 2014, di hotel aston pontianak. Saya hanya bisa bilang WOW!
akhirnya saya bisa nyantrik lagi dengan hermawan kertajaya setelah 16 tahun...WOW

Minggu, 15 Juni 2014

MENERIMA CAHAYA CINTA


Cinta. Itulah yang membedakan antara manusia dengan hewan. Hewan punya cinta, tapi  cinta yang dimiliki oleh hewan tak berlangsung panjang. Hewan juga tak punya kemampuan untuk mengatur volkume cinta. Ia tak mampu menyedikitkan atau memperbanyak. Cintanya segitu saja tak berkurang. Tidak juga bertambah. Ia juga tak mampu mengatur sendiri kapan cinta itu harus dihadirkan. Kapan cinta itu hilang.

Seekor harimau misalnya, tentu memiliki cinta. Ia misalnya, sangat mencintai anak-anaknya. Ia akan melindungi anaknya dengan sekuat tenaga, bahkan ia akan melindungi anaknya dengan nyawanya. 

Namun cinta yang sempurna itu tak berlangsung lama. Cinta hewan buas itu memiliki durasi yang pendek. Harimau misalnya hanya memiliki durasi cinta antara 2-3 tahun. Saat sang anak beranjak dewasa misalnya, cinta sang induk pada anaknya akan berangsur-angsur pudar. Dan ketika sang anak sudah semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonomis terlebih ketika sanga anak sudah mulai mengenal asmara, maka cinta sang induk akan hilang. Sang induk  bahkan bisa terlibat dalam konflik fisik yang sangat keras dengan anak yang ia lahirkan dengan susah payah itu.

Berbeda dg hewan, potensi durasi cinta manusia jauh lebih panjang. Bahkan tak dibatasi ruang dan waktu. Cinta manusia dapat berlangsung sangat panjang namun bisa pula berlangsung dengan sangat pendek. Manusia juga bisa mengatur cintanya. Ia bisa mengatur kapan harus menumbuhkan, kapan ia harus membunuh cinta dan menggantinya dengan kebencian.
Sayangnya, manusia sering lupa dengan kemampuannya untuk mengelola cinta ini. Karena tak memiliki kemampuan, maka seringkali kita melihat seorang manusia yang sedang mencintai seseorang bersikap dan berperilalku yang aneh-aneh. Seringkali juga kita menyaksikan drama anak manusia yang kejam tak terperi  karena rasa cintanya sudah ia buang habis dan ia gantikan dengan kebencian.

Dalam rumah tangga, katalis pengatur cinta adalah ego. Maka mengatur cinta sejatinya adalah mengatur ego. Ego yang tak terkendali membuat kita hilang kesadaran. Kita merasa menjadi sentral atas semua kemajuan. Sedangkan orang lain kita anggap sebagai sentral dari persoalan.

Merasa benar, merasa lebih baik, merasa ingin lebih menonjol, itulah bentuk aktualisasi dari ego kita. Dalam situasi yang ekstream saat ego memuncak, nafsu dapat dengan mudah membakar amarah. Lalu munculah pertikaian, munculah perseteruan, saling hardik, saling caci, bahkan berujung pada bentrok fisik.

Jika ego itu semakin tak terkendali hilanglah kemanusian kita, tak ada lagi saling percaya, tak ada lagi kedamaian. Hîdup saling curiga dan salingbenci. Hubungan antar anak manusia tak bisa salng menghargai tak bisa saling menghormati.

Namun demikian, ego adalah fitrah manusia. Ego tak mungkin lenyap dari diri manusia. Ego hanya bisa dikendalikan. Salah satunya dengan menghadirkan cinta dalam hati kita.

Sayangnya cinta itu tak akan pernah tumbuh di hati yang penuh dengan debu. Ia hanya bisa tumbuh di hati manusia yg bersih. Karena hati manusia sejatinya adalah cermin.

Karena cermin yang bersihlah, maka manusia mampu menerima cahaya cinta. Iya menerima! Karena itu berasal dari Tuhan. Manusia hanya mampu menerima lalu memantulkan kembali cahaya cinta itu kepada obyek yang ia mau.

Nah jika demikian adanya, mari bersihkan hati kita agar cermin jiwa kita menjadi lebih jernih. Dan semoga dengan kejernihan itu kita dapat menangkan percikan cahaya Allah dan memantulkannya kepada seluruh alam semesta.

Sungguh berbahagialah manusia yang mampu menerima cahaya cinta.

Bungben, Pontianak, 15 Juni 2014

Minggu, 11 Mei 2014

Impianmu

Oleh Luqmanul Hakim & Aqmal Bashir (Benis S)



Sekilas mimpi dan impian memiliki makna yang sama. Namun tahukah kita bahwa kedua kata tersebut memiliki perbedaan yang mendasar? Mimpi itu adalah sebuah aktivitas kerja otak yang memutar rekaman dalam situasi tubuh kita tertidur. Jadi mimpi itu datang begitu saja tanpa pernah mampu kita atur. Oleh karena itu mimpi sering dikiaskan sebagai bunga tidur.

Berbeda halnya dengan mimpi. Impian adalah sebuah keinginan atau cita-cita yang ingin kita wujudkan di masa yang akan datang. Keinginan dan cita-cita itu secara sengaja kita hadirkan dalam fikiran kita. Memiliki keluarga yang sakinah dan mawardah adalah sebuah impian, memiliki rumah yang bagus, mobil yang bisa membawa kita berpergian kesana kemari, serta memiliki pendapatan yang dapat memenuhi kebutuhan kita adalah sebuah impian. Kita secara sadar sengaja menghadirkannya dalam fikiran kita.

Impian adalah sebuah cita-cita yang sangat ingin kita wujudkan. Setiap orang memiliki impian tentang masa depannya. Yang membedakan sebuah impian dapat terwujud atau tidak adalah adalah masalah keyakinan.  Banyak orang yang gagal mewujudkan impian karena ia tak pernah yakin dengan apa yang ia impikan. Keyakinan adalah sumber dari mindset. Sedangkan Mindset merupakan asal muasal terbentuknya sikap kita.  Tanpa perbaikan sikap, mustahil impian kita akan terwujud.

Impian dan Sikap
Impian itu menentukan Aapa yang akan kita dapatkan, sedangkan sikap menentukan apakah kita benar-benar akan mendapatkannya.

Ada ilustrasi yang menarik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan. Para pakar psikologi mengatakan bahwa kunci sukses itu terdiri dari empat hal, yaitu luck (keberuntungan), knowledge (pengetahuan), hardwork (kerja keras), serta attitude (sikap). Manakah diantara ke empat faktor tersebut yang benar-benar mempengaruhi terwujudnya mimpi? Mari kita hitung.


Menghitungnya sederhana dengan menambahkan angka setiap huruf pada kata tersebut. Misalnya A adalah huruf dengan angka urutan 1, B adalah huruf dengan angka urutan 2, sedangkan C adalah huruf dengan angka urutan 3, dan seterusnya. Lalu kita jumlahkan urutan angka tersebut. Ini dia hasilnya.








Kesimpulannya, ternyata yang mendapat skor tertinggi untuk kesuksesan adalah attidude. Walaupun kalkulasi diatas hanyalah sekedar ilustrasi, namun setelah kita renung-renungkan ternyata benar, bahwa sikap kita lah yang sangat menentukan ketiga faktor sukses lainnya itu.

Kita tak akan pernah menjadi orang-orang yang beruntung apabila kita tidak memiliki sikap orang-orang yang beruntung. Sebagai ilustrasi ada dua yang memerlukan modal untuk usaha, sebut saja si A dan si B. Si A adalah seorang yang bersikap jujur, amanah, dan bisa bersikap hemat. Sedangkan si B adalah orang yang suka berbohong, tidak amanah, dan bersikap boros. Apabila Anda adalah sahabat dari kedua orang tersebut dan ingin berbisnis dengan salah seorang dari rekan Anda tersebut, mana yang akan Anda pilih sebagai partner bisnis Anda? Tentulah kita semua sepakat untuk memilih si A. Si A merasa beruntung, sedangkan si B merasa tidak beruntung. Demikianlah sikap mempengaruhi keberuntungan seseorang.

Demikian juga hubungan sikap dengan pengetahuan. Untuk mewujudkan cita-cita sudah barang tentu kita memerlukan pengetahuan. Kita ingin sukses berdagang kain, maka kita harus memiliki pengetahaun tentang jenis-jenis kain, mengetahui kualitas, motif, warna, asal pabrik, harga hingga supplier kain tersebut.  Jika kita tidak mengatahuinya, sudah dapat dipastikan usaha kita menjual kain akan gagal. Lalu apa hubungan antara sikap dan pengetahuan?

Sikap kita akan mempengaruhi banyak atau tidaknya pengetahuan yang kita miliki. Jika kita bersikap sok tau, malas belajar, tak mau bertanya, serta tak berani mencoba hal-hal yang baru, maka jangan harap pengatahuan akan menghampiri kita. Sebaliknya apabila kita rajin belajar, rajin bertanya, dan berani mencoba hal-hal yang baru, maka insyaAllah ilmu pengetahuan yang kita miliki akan terus bertambah.

Lalu bagaiamana hubungan antara sikap dan kerja keras? Kerja keras merupakan salah satu persyaratan utama untuk mewujudkan impian. Kerja keras itu berhubungan dengan sikap optimis yang kita miliki. Sikap optimis terkait erat dengan keyakinan kita terhadap proses  yang kita tempuh dan tujuan yang akan kita capai. Kita enggan bekerja keras apabila kita tidak bersikap optimis dengan proses dan tujuan yang akan kita capai. Seorang yang bersikap optimis akan menikmati langkah demi langkah usahanya. Seorang yang bersikap optimis akan menikmati tetes demi tetas keringat yang membasahi tubuhnya. Ia sangat yakin bahwa hanya dengan kerja keraslah apa yang ia impikan dapat ia wujudkan secara perlahan-lahan.



Jumat, 28 Maret 2014

Keajaiban Kunyit

Sudah lebih dari 3 minggu belakangan ini saya tak beraktivitas sama sekali karena terserang penyakit aneh. Badan terasa letih, persendian terasa ngilu, tubuh lemah lunglai tak berdaya. Yang lebih menyakitkan lagi adalah serangan migrain yang tak kunjung sembuh. Kalau malam tiba, dada terasa penuh, nafas terasa sesak dan panas. Bangun pagi menjadi aktivitas yang sangat sulit, mata terasa sangat berat dibuka, kaki dan tanganpun terasa lemah lunglai. Perasaan tak tentu rudu, rasanya seperti orang terserang flu berat, demam disertai menggigil menyerang khususnya pada pagi hari antara pukul 8 oagi hingga pukul 12 siang. Tak pernah saya merasakan penyakit yang aneh seperti ini.
Awalnya saya pikir rasa letih itu karena kelelahan bekerja. Namun, setelah beristirahat lebih dari 4 hari, tak ada tanda-tanda rasa lelah itu pergi.Malah tambah menjadi-jadi. Saya berupaya sebisa mungkin untuk tidak pergi kedokter karena saya pernah membaca beberapa artikel tentang bahaya obat kimia bagi tubuh serta gurita kepentingan bisnis obat-obatan kimia yang seringkali mengabaikan sisi kemanusiaan. Namun, saya menyerah. Akhirnya ditemani istri sayapun ke dokter.

Seperti biasa dan seperti yang saya duga sang dokter selalu memberikan antibiotik dan obat penahan rasa sakit selah melakukan diagnosa kilatnya. Saya yang tak berdaya manut saja dengan menelan 3 jenis obat yang ia resepkan. Setelah 3 hari, tak ada perubahan sama sekali. Istri sayapun membawa saya kembali ke dokter yang sama. Kali ini ia merekomendasikan untuk memeriksa darah. Saya manut, lalu pergi ke lab dengan membawa rekomendasi dokter. Saya tak punya energi untuk membaca isi rekomendasi  itu sehingga langsung saya serahkan kertas itu kepada petugas lab. Setelah membayar biaya pemeriksaan yang lebih dari satu juta itu, darah sayapun disedot. Hasil pemeriksaan darah saya bawa kembali kepada sang dokter. Ia bilang semua bagus kecuali Gamma GT yang naik drastis. Normalnya 66, gamma gt saya 156. Ia mengatakan bahwa kemungkinan saya mengalami gangguan fungsi hati. Lalu iapun menulis resep, kali ini ia menambahkan 2 jenis obat. Karena sudah tak berdaya dengan terpaksa saya menelan obat-obatan itu. 2 hari tak juga ada perubahan. Padahal sudah genap 2 minggu penyakit aneh ini mendera saya.
Selain meminum obat-obatan itu sayapun berikhtiar dengan meminum rebusan temulawak kering. 3 kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Badan saya agak nyaman. Tapi belum ada perubahan yang signifikan. Tetap saja saya demam di pagi hari, migraen, letih lesu, sesak nafas pasa saat malam, lemah lunglai.
Lalu atas saran setengah memaksa dari ibu saya dan istri, sayapun harus rela dibawa ke rumah sakit. Sebuah tempat yang sangat saya benci. 4 hari saya dirawat di rumah sakit swasta itu. Kalau tak salah hitung sudah 4 botol infus, 8 kali suntikan, dan lebih dari 4 jenis obat  yang dimasukan dalam tubuh saya sebanyak 3 kali sehari. Dua kali darah saya disedot untuk diperiksa dilab, lalu saya juga harus ditembak sinar rontgen untuk melihat kondisi paru-paru saya.
Dokter bilang semua normal, kecuali gamma gt, lalu ada gangguan pada ginjal. Salah seorang dokter internis mengatakan saya terkena penyakit fatigue.
Memang ada perbaikan selama saya di rumah sakit. Badan masih lemah tapi tak separah sebelumnya. Lalu dokterpun memperbolehkan saya pulang. Horeee...
Baru sehari tak dibanjiri cairan infus basan saya lemah kembali. Padahal lebuh dari 4 jenis obat tetap saya konsumsi.  Penyakit itu datang lagi. Dan yang paling menyiksa adalah pada saat tengah malam, dada saya terasa panas, nafaspun menjadi sesak.

Pendek cerita setelah bermunajat kepada Allah, sayapun beriktiar meminum ramuan kunyit. Saya dapatkan itu dari sebuat testimoni di facebook.

Sekarang setelah 2 bulan mengkinsumsi air kunyit pagi dan malam hari, alhamdulillah sakit kepala, migraen, badan sering merasa lelah tak pernah hinggap lagi di tubuh saya. Semoga ada manfaatnya...

Sabtu, 08 Maret 2014

Kerajinan Berkelas

Ini adalah tameng berukuran tinggi 150 cm. Terbuat dari kayu pelaik dengam cara dipahat. Sepanjang tameng berhias motif khas masyarakat dayak yang eksotis. Layak untuk dipajang. Tertarik? Harganya hanya hny Rp 1.200.000.

Jumat, 07 Maret 2014

Enggang

Enggang ini adalah hasil kerajinan dari pengrajin di kabupaten landak. Harganya hanya 55rb per buah. Dengan menambah sedikit kreatifitas, harga karya seni masyarakat landak ini menjadi Rp 400rb.
Barang bagus yang dijual dengan cara yang bagus akan menghasilkan keuntungan yang bagus puka.

ORANG JAWA LEBIH JAGO BERPOLITIK

Iseng-iseng otak-atik angka durasi umur negeri-negeri di Pulau Jawa. Kesimpulannya orang Jawa itu lebih jago berpolitik daripada orang ...