Senin, 11 Januari 2016

Tips Mendesain Brand 2

Brand biasanya diperlukan sebagai identitas organisasi/ perusahaan. Selain sebagai identitas perusahaan, brand juga digunakan untuk memberikan identitas sebuah produk.
Oleh karena itu agar tidak membingungkan, kita bagi saja jenis brand menjadi dua, yaitu brand untuk perusahaan dan brand untuk produk.
Apa perbedaan keduanya dan bagaimana tips mendesain Branduntuk kedua jenis brand tersebut?

Brand perusahaan
Brand perusahaan company brand berbeda dengan brand produk. Brand perusahaan biasanya mengandumg idealisme sang pendiri perusahaan.  Kalau mau dipresentasekan sebuah brand perusahaan mengandung 80% nilai filosofis dan 20% nilai-nilai yang diorientasikan bagi publik atau pasar. Brand Garuda Indonesia yang berbentuk symbol burung Garuda berbentuk kepala dan sayap burung garuda misalnya mengandung nilai filosofis keindonesiaan yang membanggakan. Warna biru dan hijaunya mengesankan profesionalitas dan ketangguhan diudara. Hal ini mempertegas nama perusahaan itu, PT. Garuda Indonesia (Persero).

Brandmark Bank BNI dan Brandmark Garuda Indonesia

Demikian juga brand perusahaan Bank BNI yang terdiri dari angka dan huruf. Angkanya dibentuk seperti kotak sedangkan hrufu BNI dibuat tegas dengan besar yang sama dengan hangka 46. berbentuk kotak 46 berbentuk kotak dan huruf BNI. Brand BNI ini lebih banyak mencerminkan nilai filosofis sebagai perusahaan perbankan yang tangguh karena telah berdiri demikian lama serta profesional dalam pelayanan. Kalau kita perhatikan nama perusahaan banyak yang berbeda dengan nama brand. Nama perusahaan Garuda adalah PT. Garuda Indonesia (persero) Tbk. Brand name bakunya adalah Garuda Indonesia, tanpa PT, tanpa perseor, tanpa Tbk. Bentuk brandnya memadukan antara symbol kepala garuda bersayap dengan huruf ‘Garuda Indonesia’ yang ditulis dengan font yang khas.   Sedangkan nama perusahaan Bank BNI adalah PT. Bank Negara Indonesia Tbk. Namun nama brandnya adalah BNI tanpa "bank" sedangkan brandnya berbentuk paduan antara 46 dan huruf BNI dengan font khusus.
oleh karena itu sebelum kita membuat brand perusahaan pertanyaan yang harus kita jawab dulu adalah, nama lengkap perusahaan dan nama sebutan perusahaan.
Misalnya nama Perusahaan PT. Prima jaya utama. Apakah akan disebut PJU, PRIJU atau Prima Jaya. Atau tetap dipanggil nama lengkapnya saja. Lalu apakah kita ingin membuat logo berbentuk huruf, gambar, atau kombinasi keduanya. Hal ini harus ditentukan terlebih dahulu sebelum kita memulai membuat logo perusahaan. Hal-hal yang juga perlu diketahui adalah sejarah berdirinya perusahaan, misi inti perusahaan, visi, nilai-nilai yang dianut perushaan atau para pendiri, produk yang dihasilkan serta sasaran pasar yang ingin dijangkau oleh perusahaan. Selain itu kita juga perlu mengamati dan menganalisis perusahaan competitor untuk membuat differensiasi yang jelas.
Seluruh informasi itu adalah informasi dasar yang menjadi sumber inspirasi untuk mendesain sebuah logo.

Baca juga:

Tips Mendesain Brand 3

Tips Mendesain Brand 1


tips mendesain brandmark, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu pengertian tentang brand. Pengertian brand menurut David A.Aaker adalah nama dan atau simbol yang berfungsi sebagai pembeda. Tuuan brand adalah untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Sedangkan menurut William J. Stanton brand adalah nama, istilah, simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur-unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual.

Sebelum  membahas lebih jauh bagaimana
Berdasarkan dua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebuah brand mendandung beberapa unsur, yaitu Brand name yang terdiri dari huruf-huruf atau kata¬kata atau angka yang dapat terbaca, serta Brand mark yang berbentuk symbol. Sebuah kata yang menggunakan bentuk dan warna khusus sudah layak disebut sebagai brand. Contohnya seperti Google, yahoo, atau nokia. Ada juga brand yang memadukan kata dan simbol seperti logo Toyota, logo Samsung, atau logo Daihatsu.  
Sebuah brand mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. brand lebih dari sekadar jaminan kualitas karena di dalamnya tercakup enam pengertian berikut ini.
Atribut produk, seperti halnya kualitas, gengsi, nilai jual kembali desain, dan lain-lain.Manfaat. Meskipun suatu brand membawa sejumlah atribut konsumen sebenarnya membeli manfaat dari produk tersebut. Dalam hal ini atribut brand diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional atau manfaat emosional.Nilai. brand juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen. Mercedes menyatakan produk yang berkinerja tinggi, aman, bergengsi, dan sebagainya. Dengan demikian produsen Mercedes juga mendapat nilai tinggi di mata masyarakat.Budaya. brand juga mencerminkan budaya tertentu. Honda misalnya mencerminakan budaya masyarakat jepang yang menghargai kualitas, keamanan serta kemajuan teknologi.Kepribadian. brand juga mencerminkan kepribadian tertentu. Sering kali produk tertentu menggunakan kepribadian orang yang terkenal untuk mendongkrak atau menopang brand produknya.Pemakai. brand menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Pemakai  Kijang Innova biasanya adalah seorang pekerja yang memiliki keluarga kecil. Pemakai BMW adalah seorang eksekutif muda yang sukses.

Baca juga

Minggu, 10 Januari 2016

Brand dan Branding

Seringkali kita mendengar istilah branding. Namun, apa sebanarnya maksud istilah itu.
Secara harfiah branding adalah kegiatan mengkomunikasikan brand kepada publik. Yang dikomunikasikan tentu saja bukan sekedar sebuah logo, namun segala hal yang akan dipresentasikan oleh brand tersebut.

Oleh karena itu branding tak dapat mencapai tujuan dengan baik jika tak ada sesuatu yang akan dibranding. Apa sesuatu itu? Sesuayu itu adalah brand.
Brand adalah sesuatu yang berbentuk logo, huruf atau simbol yang merepresentasikan satu kesatuan produk dan layanan. Brand merepresentasikan presepsi tentang harapan, kepuasan dan kepercayaan publik terhadap apa yang ditawarkan.

Kalau ga ada brand, lalu bagaimana? 
Ya brandnya harus dibuat dulu dong. Haruskah? Ga harus sih tapi sekarang trendnya masyarakat memang begitu. Masyarakat tidak beli produk tapi beli brand. Saat ke warung klontong, kita tidak mengatakan ingin membeli pasta gigi.tapi kita ingin membeli pepsodent atau close up. Saat kita ditanya kalau mandi pake apa? Kita tidak menjawab pake sabun tapi pake Lux atau give.

Iya karena begitu banyaknya produk sejenis, brand menenjadi sangat sangat penting.
Secara kontent tak ada perbedaan yang signifikan antara pepsodent dengan close up. Tapi karena positioning pepsodent sebagai pasta gigi keluarga lalu branding pepsodent yang sangat berkharakter keluarga, maka pepsodent dipresepsikan oleh masyarakat sebagai pasta gigi yang pas buat keluarga. Nah lalu muncul close up. Close up akan gagal jika ingin dipositioningkan sebgai pasta gigi keluarga. Karena Pepsodent sudah menguasai persepsi masyarakat sebagai pasta gigi keluarga. Close up lalu muncul dengan menohok segmen remaja. Lalu brand itu dipositioningkan sebagai pasta gigi keluarga lewat branding yang berkharakter remaja dan anak muda. Di segment ini kemudian closeup dapat lebih mudah diterima.

Lokasi Strategis, Tapi Gratis



Sayangnya tempat yang strategis selalu berbanding lurus dengan harganya juga. Makin strategis makin mahal. Situasinya makin rumit jika si pemilik tempat strategis itu meminta bayaran dimuka. Modal kita pun mati di muka. Remuk dah. Lebih remuk lagi jika bisnis kita masih bersifat eksperimentasi, belum punya brand atau kalaupum sudah punya brandnya belum kuat, belum dikenal atau produk yang dijual masih memerlukan masih asing dalam benak masyarakat.
Trus bagaimana cara mendapatkan lokasi yang strategis tapi bisa gratis?
Tips marketingcorner ini saya buat untuk menjawab pertanyaan bang Iwan yang mengaku beberapa kali tutup usahanya. Berikut tipsnya.
1. Pastikan produk kita dibutuhkan dan diinginkan masyarakat luas. Jika produk kita banyak pesaingnya, pastikan ada yang unik dalam pruduk utama, aksesoris, packaging atau layanan.
2. Buatlah brandname dan rancang brandmark. Cari nama yang bisa merepresentasikan konsep produk kita setelah itu rancang brand dan taglinenye. Ingat investasi  terbesar kita bukanlah uang tapi brand!
3. Promosikan, kenalkan  dulu produk kita secara online supaya tak banyak keluar dana. Lakukan layan antar dari rumah Anda. Maksimalkan promosi ini sambil mendengarkan respon dsri pelanggan. Jangan berpikiran harus untung besar dulu. Nutup uang keringat aja sudah lumayan.
4. Perbaiki produk kita atas dasar saran dari customer.
5. Cetaklah brosur atau flyer lalu sebarkan di pinggir-pinggir jalan strategis. Besarkan brand kita. Kalau ada untung alokasikan dulu untuk promosi. Kalau bisa lobby media massa untuk meliput bisnis kita.
5. Cari target lokasi. Utamakan dari jejaring terdekat kita. Bisa saudara, temen, saudaranya temen, atau temennya saudara. Kalau sudah dapat, perbanyaklah penyebaran promosi ke sasaran. Kalau bisa pastikan sasaran mencoba produk Anda. Kalau bisa kasih gratis ajalah. Itung-itung infaq.
6. Setelah itu datangi owner lokasi. Jangan bilang mau pinjam tempat atau mau sewa atau menumpang. Ingat kalau mau jadi pebisnis pantang meminta. Minta tempat, minta fasilitas, apalagi minta bantuan modal. Mereka yang paham bisnis pasti akan menolaknya. Karena mereka pasti enggan berhubungan dengan orang lemah. Trus gimana? Ajak mereka joint bisnis. Jangan takut untuk memberikan keuntungan yang besar bagi pemilik tempat. Bahkan kalaupun harus bagi rata, terima aja. Ga apa-apa, yang penting lokasinya keren. Tapi ingat, saat bikin perjanjian atau komitment usahakan hanya mengatur bagi hasil dilokasi itu saja. Bukan bagi hasil dari seluruh bisnis kita.
Proporsi bagi hasilnnya? Banyak tekhnik negosiasi yang bisa dilakukan. Misal 30:70, 30 untuk pemilik lokasi, 70 buat kita. Atau 50:50 dengan syarat modal rehab dan pengadaan peralatan dari pemilik lokasi. Dsb.
7. Pastikan usaha di lokasi yang baru ini benar-benar prima. Ga untung ga apa-apa yang penting bisa berjalan dengan baik dan bisa menutupi fix cost. Lah kalau ga untung dari mana duitnya? Lho lupa yah? Kan kita masih melayani penjualan online. Kalau omzet di lokasi melesat, biasanya akan diikuti dengan melesatnya penjualan online dari rumah kita. Trus yang kedua untung kita adalah  promosi gratis di tempat yang strategis. Bayangin berapa yang harus kita keluarkan kalau membuat billboard di pinggir jalan besar, hihii. Kurang lagi untungnya? Oke ketika brand kita sudah kuat, tawarkan kepada pemilik lokasi lain untuk joint dengan kita. Konsepnya sama, tak perlu sewa. Bagi hasil saja sesuai syariah. Saat brand kita sudah terkenal dan kuat, posisi tawar kita akan semakin kuat pula. Brand yang kuat akan memudahkan kita mencari mitra bisnis. Jaggan heran situasinya justru nanti kebalik. Pemilik lokasilah yang justru mencari kita. Kalau situasi ini terjasi haturkan Allahuakbar sekeras-kerasnya. Allahuakbar! Yess!
Nah kalau dapat mitra untik lokasi yang kedua gimana? Oke, mintalah bagi hasil yang lebih baik daripada lokasi yang lama.
Dalam kegiatan forum jumat di Masjid Kapal Ampera minggu yang lalu saya mengatakan syarat sukses bisnis itu ada tiga, yaitu tempat, tempat dan tempat. Terlebih bagi temen-temen yang terjun di bisnis kuliner.
Nah kini Anda sudah punya 3 outlet, satu dirumah, dan dua dilokasi yang strategis dengan sistem bagi hasil (syirkah).
Oya ada untung lainnya yang tak ternilai. Kita akan terhindar dari tekanan membayar uang sewa tahunan. Masalah tekanan ini sering dihadapi oleh pengusaha pemula.  Bisnis lagi mukai naik ehh sewa habis, lalu pontang panting cari pinjaman kesanakemari. Pusing dah.
Oke gitu dulu tipsnya. Silahkan dicoba. Dan semoga berhasil. Saya sih sudah,hihii.

MarketingCorner


Bismillahhirahmannirrahiim
Salah satu hasil diskusi pada forum jumatan di Masjid Kapal Ampera Jum'at yang lalu adalah perlunya dukungan dari sesama jama'ah untuk berbagi ilmu dalam pengembangan marketing produk/jasa. Untuk menjawab persoalan itu saya mengusulkan kepada pengasuh forum jumatan, Bang WalizAmpera, untuk membentuk unit layanan konsultasi marketing. Usulan itu disambut baik dengan bang WalizAmpera. Nah menindaklanjuti hal tersebut saya bermaksud akan memberikan infak profesi untuk membantu anggota jamaah forum jumatan dalam menerapkan prinsip marketing demi menunjang pengembangan bisnis milik jamaah. Bantuan tersebut dapat berupa konsultasi sampai ke bantuan tekhnis. Khusus untuk bantuan tekhnis saya hanya punya kemampuan dalam dunia komunikasi saja, khususnya dalam masalah brand dan branding.
Oleh karena itu, jika temen-temen jamaah forum jumat memerlukannya silahkan invite WA saya aja yah. Saya sengaja ga mau bikin group karena kurang efektif dalam memecahkan persoalan tekhnis.
Aturan main nya sederhana aja, yaitu tetap berprasangka baik jika saya blm merespon pertanyaan2an temen2. Karena di saat yang sama bisa jadi saya sedang di jalan, bisa jadi saya lagi menggoyang mouse, atau bisa aja lagi berburu :-). Tapi semua pertanyaan saya usahakan bisa sy reapon, tentu sebatas kedangkalan ilmu dan pengalaman saya. Semoge bermanfaat yah dan sile diinvite nomor wa nya:

085245186277

Minggu, 21 Juni 2015

Buku Long Kiat

Novel Long Kiat sungguh sangat fenomenal. Dibaca berbagai kalangan. Salah satunyaLuqmanulhakim Ashabul Yamin, pengasuh Pondok Modern Munzalan Ashabul YaminSemoga kita semua sudah membacanya juga. Kisah preman melarat yang kemudian sukses jadi konglomerat. Buku ini Layak dijadikan referensi untuk memotivasi diri dalam mengarungi hidup agar menjadi manusia yang sukses tanpa melupakan Tuhan sebagai pemilik semesta alam. Buat sobat-sobat yang belum memiliki bukunya, segera order di WA/HP 08565444533 atau BBM 7CF3B82C

Sabtu, 08 November 2014

Masjid Kapal Serdam

Masjid Munzalan Mubarakan II adalah cikal bakal berdirinya Pondok Modern Munzalan Ashabul Yamin. Masjid ini dibangun menggunakan dana pribadi oleh H.M.Nur Hasan. Sebelumnya, bersama H.Rahmat, HM.Nurhasan membangun Masjid Munzalan Mubarakan I yang terletak di Jl. Ampera.
Kedua masjid ini memiliki bentuk yang hampir sama yang menyerupai sebuah kapal. Tak heran para jamaah lebih sering menyebutnya dengan nama Masjid Kapal. Masjid Munzalan Mubarakan II yang terletak di S.Raya Dalam disebut dengan Masjid Kapal Serdam, sedangkan yang di Ampera disebut Masjid Kapal Ampera.
Masjid Kapal Serdam adalah sebuah masjid yang tak pernah sepi dengan kegiatan. Para aktivis Dakwah sering menjadikan masjid ini sebagai tempat pertemuan dan tempat untuk menggelar berbagai bentuk kajian keagamaan. Salah satu lembaga yang menjadikan Masjid ini sebagai basis aktivitas adalah Yayasan Ashabul Yamin Khatulistiwa yang diketuai oleh ustaz Luqmanulhakim. Di Masjid Kapal Serdam ini pulalah pada tanggal 15 Ramadhan 1435 H, PMM AY didirikan.
Kini di dalam masjid berukuran sekitar 200M2 itu semakin penuh dengan aneka aktivitas. Terdapat setidaknya 3 aktivitas Majelis Pengajian tetap yang digelar di Masjid ini yaitu Forum Subuh Menggapai Keberkahan (ForumSMK) yang diselenggarakam setiap Sabtu subuh, Majelis Pengajian Bayt Quran, setiap Sabtu siang, serta Majelis Pengajian Berkah Negeriku dengan Al Quran yang diadakan setiap Ahad Pagi.
Selai tiga majelis pengajian tetap, setiap jumat malam ada semacam program i'tikaf yang diselenggarakan oleh PMMAY. Program itu disebut Terabas, terapi bangun subuh yang diselenggarakan setiap jumat malam.
Selain itu ada pula kegiatan kursus bahasa Arab yangbdiselenggarakan setiap Jumat Sore.
Masjid Kapal Serdam juga tergolong sangat aktif mengundang tokoh-tokoh agama untuk mengisi radio komunitas yang didirikan di ruang belakang masjid. Radio itu bernama Radio Munzalan yang baru diresmikan pada tanggal....yang lalu.
Saat ini Masjid Kapal serdam sedang berencana melakukan perluasan dengan menambah ruangan pada bagian atas Masjid yang akan difungsikan sebagai cafe dan kantor lembaga masjid, serta memperluas ruang masjid di bagian samping yang akan dijadikan sebagai wisma dan atau aula.

ORANG JAWA LEBIH JAGO BERPOLITIK

Iseng-iseng otak-atik angka durasi umur negeri-negeri di Pulau Jawa. Kesimpulannya orang Jawa itu lebih jago berpolitik daripada orang ...