catatan Bungben tentang sosial, politik, manajemen, marketing praktis, marketing amal shaleh, dan strategi bisnis
Minggu, 11 Mei 2014
Impianmu
Jumat, 28 Maret 2014
Keajaiban Kunyit
Sudah lebih dari 3 minggu belakangan ini saya tak beraktivitas sama sekali karena terserang penyakit aneh. Badan terasa letih, persendian terasa ngilu, tubuh lemah lunglai tak berdaya. Yang lebih menyakitkan lagi adalah serangan migrain yang tak kunjung sembuh. Kalau malam tiba, dada terasa penuh, nafas terasa sesak dan panas. Bangun pagi menjadi aktivitas yang sangat sulit, mata terasa sangat berat dibuka, kaki dan tanganpun terasa lemah lunglai. Perasaan tak tentu rudu, rasanya seperti orang terserang flu berat, demam disertai menggigil menyerang khususnya pada pagi hari antara pukul 8 oagi hingga pukul 12 siang. Tak pernah saya merasakan penyakit yang aneh seperti ini.
Awalnya saya pikir rasa letih itu karena kelelahan bekerja. Namun, setelah beristirahat lebih dari 4 hari, tak ada tanda-tanda rasa lelah itu pergi.Malah tambah menjadi-jadi. Saya berupaya sebisa mungkin untuk tidak pergi kedokter karena saya pernah membaca beberapa artikel tentang bahaya obat kimia bagi tubuh serta gurita kepentingan bisnis obat-obatan kimia yang seringkali mengabaikan sisi kemanusiaan. Namun, saya menyerah. Akhirnya ditemani istri sayapun ke dokter.
Seperti biasa dan seperti yang saya duga sang dokter selalu memberikan antibiotik dan obat penahan rasa sakit selah melakukan diagnosa kilatnya. Saya yang tak berdaya manut saja dengan menelan 3 jenis obat yang ia resepkan. Setelah 3 hari, tak ada perubahan sama sekali. Istri sayapun membawa saya kembali ke dokter yang sama. Kali ini ia merekomendasikan untuk memeriksa darah. Saya manut, lalu pergi ke lab dengan membawa rekomendasi dokter. Saya tak punya energi untuk membaca isi rekomendasi itu sehingga langsung saya serahkan kertas itu kepada petugas lab. Setelah membayar biaya pemeriksaan yang lebih dari satu juta itu, darah sayapun disedot. Hasil pemeriksaan darah saya bawa kembali kepada sang dokter. Ia bilang semua bagus kecuali Gamma GT yang naik drastis. Normalnya 66, gamma gt saya 156. Ia mengatakan bahwa kemungkinan saya mengalami gangguan fungsi hati. Lalu iapun menulis resep, kali ini ia menambahkan 2 jenis obat. Karena sudah tak berdaya dengan terpaksa saya menelan obat-obatan itu. 2 hari tak juga ada perubahan. Padahal sudah genap 2 minggu penyakit aneh ini mendera saya.
Selain meminum obat-obatan itu sayapun berikhtiar dengan meminum rebusan temulawak kering. 3 kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Badan saya agak nyaman. Tapi belum ada perubahan yang signifikan. Tetap saja saya demam di pagi hari, migraen, letih lesu, sesak nafas pasa saat malam, lemah lunglai.
Lalu atas saran setengah memaksa dari ibu saya dan istri, sayapun harus rela dibawa ke rumah sakit. Sebuah tempat yang sangat saya benci. 4 hari saya dirawat di rumah sakit swasta itu. Kalau tak salah hitung sudah 4 botol infus, 8 kali suntikan, dan lebih dari 4 jenis obat yang dimasukan dalam tubuh saya sebanyak 3 kali sehari. Dua kali darah saya disedot untuk diperiksa dilab, lalu saya juga harus ditembak sinar rontgen untuk melihat kondisi paru-paru saya.
Dokter bilang semua normal, kecuali gamma gt, lalu ada gangguan pada ginjal. Salah seorang dokter internis mengatakan saya terkena penyakit fatigue.
Memang ada perbaikan selama saya di rumah sakit. Badan masih lemah tapi tak separah sebelumnya. Lalu dokterpun memperbolehkan saya pulang. Horeee...
Baru sehari tak dibanjiri cairan infus basan saya lemah kembali. Padahal lebuh dari 4 jenis obat tetap saya konsumsi. Penyakit itu datang lagi. Dan yang paling menyiksa adalah pada saat tengah malam, dada saya terasa panas, nafaspun menjadi sesak.
Pendek cerita setelah bermunajat kepada Allah, sayapun beriktiar meminum ramuan kunyit. Saya dapatkan itu dari sebuat testimoni di facebook.
Sekarang setelah 2 bulan mengkinsumsi air kunyit pagi dan malam hari, alhamdulillah sakit kepala, migraen, badan sering merasa lelah tak pernah hinggap lagi di tubuh saya. Semoga ada manfaatnya...
Sabtu, 08 Maret 2014
Kerajinan Berkelas
Ini adalah tameng berukuran tinggi 150 cm. Terbuat dari kayu pelaik dengam cara dipahat. Sepanjang tameng berhias motif khas masyarakat dayak yang eksotis. Layak untuk dipajang. Tertarik? Harganya hanya hny Rp 1.200.000.
Jumat, 07 Maret 2014
Enggang
Enggang ini adalah hasil kerajinan dari pengrajin di kabupaten landak. Harganya hanya 55rb per buah. Dengan menambah sedikit kreatifitas, harga karya seni masyarakat landak ini menjadi Rp 400rb.
Barang bagus yang dijual dengan cara yang bagus akan menghasilkan keuntungan yang bagus puka.
Kamis, 27 Februari 2014
Hampiri Saja....
Saat kau merasa ruang dan waktumu semakin menjemukan
Saat langkah demi langkah kaki membuatmu semakin lelah
Maka saat itu kau sedang dalam kendali materi.
Maka saat itu kau berada dalam cengkraman nafsu.
Egoisme membuatmu makin tersudut dalam kesendirian,
dalam kesepian ruang yang hampa.
Lalu kau ingat Tuhan. Lalu kau memanggilNya.
juga memintaNya untuk menghampirimu
memandang wajah hitam dan jiwamu yang penuh gelap
Maka hampirilah...
Karena sesungguhnya Ia tetap akan menghampirimu
menatap wajah dan jiwamu
Maka panggilah namaNya...
Usah kau khawatir Ia tak akan Menghampirimu
walau kau selalu menyingkirkanNya
Dari kesadaranmu, Dari ruang akalmu, Dari ruang bathinmu
Minggu, 16 Februari 2014
Kerja Keras
Bekerja keras adalah syarat utama untuk mencapai sukses ekonomi. Tanpa kerja keras tak mungkin kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Lalu bagaimana agar kita tidak terjebak pada manusia yang semata-mata mengejar kepentingan dunia belaka?
Caranya ya...dengan membangun kesadaran dan keyakinan bahwa kita bekerja keras bukan karena uang, tapi dalam rangka melaksanakan tanggung jawab dengan sebauk-baiknya. Degangan sekuat tenaga.
Sabtu, 01 Februari 2014
PE NGAJIAN
Isi ceramahnya biasanya adalah hasil kajian penceramah. Jadi yang mengkaji dan kemudian bertambah kecerdasannya adalah sang penceramah. Sedangkan yang mendengarkan hanya bertambah ilmunya saja, bukan kecerdasannya. Mengapa? Karena peserta pengajian tak mengaktifkan akalnya. Yang aktif hanya pana indera dan memorinya saja.
Beberapa majelis pengajian memang memberikan kesempatan bagi pesertanya untuk berkomunikasi dua arah. Namun hanya terbatas bertanya. Dimana peserta bertanya, lalu penceramah menjawab. Peserta yang lain tak punya kesempatan yang setara untuk menjawab pertanyaan dari peserta lain.
Akhirnya hanya sang penceramahlah yang punya kesempatan untuk semakin cerdas.sedangkan para peserta tak punya kesempatan untuk menjadi minimal sama cerdas dengan sang penceramah.
Menghadiri majelis seperti ini tentu tak ada salahnya bahkan sangat baik dan sangat dianjurkan. Namun, setelah saya amat-amati, sebagian besar komunitas yang gandrung dengan pengajian-pengajian satu arah itu tak memliki kemajuan dalam kehidupan sehari-harinya.Berarti tak ada perkembangan proses berpikir.
Coba lihat fenomena majelis taklim yang sebagian besar diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga. Dari hari kehari, dari bulan ke bulan, bahkan tahun ke tahun, begitu-begitu saja. Hihiii.
Memang betul pengetahuan mereka tentang agama bertambah. Artinya setelah ikut pengajian memang ada ilmu baru, dan seringkali keimanan semakin kuat. Namun, begitu frequensi mengikuti pengajian turun, maka turun pula ilmu dan keimanan. Hahaa.
Ibu-ibu peserta majelis taklim itu biasanya memang lebih suka mendengar saja. Tradisi 'mengkaji' nya tak lantas berkembang setelah bertahun-tahun mengikuti majelis taklim. Mungkin mereka telah merasa telah menjadi seorang muslim yang baik dengan mengikuti pengajian sekali dalam seminggu. Padahal 6 hari setelahnya kosong plong dari aktivitas pengkajian,
Cilakanya seseorang yang tak mengikuti majelis pengajian, namun lebih aktif mempelajari ilmu agama dianggap bukan seorang muslim yang ideal.
Lalu mana yang baik dan mana yang tidak baik? Yang terbaik adalah mengikuti majelis pengajian diringi dengan tradisi untuk melakukan kajian-kajian mandiri sepanjang waktu. Hasil kajian dapat disampaikan kepada penceramah atau pengasuh majelis pengajian. Majelis pengajian yang baik adalah majelis pengajian yang hasil kajiannya berpengaruh secara positif bagi dirinya dan lingkungan sekitarnya. Lalu yang tidak baik?
Yang tidak baik adalah mereka yang tak mau ikut majelis pengajian, tak mau mengkaji aneka ilmu agama yang bermanfaat bagi hidupnya dan orang-orang disekitarnya, serta suka mencemooh orang yang ikut majelis pengajian. Hehee..
ORANG JAWA LEBIH JAGO BERPOLITIK
Iseng-iseng otak-atik angka durasi umur negeri-negeri di Pulau Jawa. Kesimpulannya orang Jawa itu lebih jago berpolitik daripada orang ...
-
Saya mengenal Pak Asui saat mengalami sakit migrain yang parah sekitar 9 tahun yang lalu. Saat itu entah berapa belas kali saya ke dokter...
-
Bagian II dari 4 tulisan Karena aktivitas internal kemahasiswaan sudah dilaksanakan oleh BEM maka otomatis Senat Mahasiswa KBM-UJB ta...
-
Bagian I dari 4 Tulisan Saya masuk di Fakultas Ekonomi Universitas Janabadra pada tahun 1993. Tak ada pertimbangan khusus untuk mem...

